Monday, 31 January 2011

KABAR GEMBIRA UNTUK MAHASISWA BUSINESS MANAGEMENT 2008

Assalamualaikum. Wr. Wb
Hallo teman-teman semua kumaha damang …?????
Gimana liburannya ???
Damang…??
Sahabat2ku semua ini ada kabar gembira buat kita semua Mahasiswa Business Management 2008 FPEB UPI.
Berhubung semester ini adalah semester terakhir kuliah, dan langkah selanjutnya adalah KKN, PLP serta menyusun Skripsi, maka kita bikin sebuah tim Yooook……salah satu caranya adalah kita kost bareng. Kita cari rumah, dimana rumah tersebut adalah dihuni oleh semua Mahasiswa Business Management 2008 yang lagi menyusun proposal skripsi. Kosannya kita namakan “ Kost Perjuangan”. Alasannya karena kost tersebut hanya boleh dihuni oleh Mahasiswa Business Management 2008 yang benar-benar semangat dan ingin berjuang bersama dalam suka duka.
Kost ini diperuntukan khusus untuk teman-teman MB’08 yang perempuan, untuk teman-teman MB’08 yang laki-laki jika berminat silahkan buat tim juga..!!!! Kemudian bagi teman2 yang memang rumahnya di Bandung (tidak mungkin kos), coba bikin tim kelompok belajar sesuai dengan konsentrasinya masing2.
1. Konsentrasi keuangan = Konsentrasi keuangan,
2. Konsentrasi pemasaran = Konsentrasi pemasaran,
3. Konsentrasi MSDM= Konsentrasi MSDM,
4. Konsentrasi Kewirausahaan= Konsentrasi Kewirausahaan
Jika ingin kumpul belajar bareng (semua konsentrasi) nanti kost perjuangan bisa dimanfaatkan tuch…hehehe,,,sekalian nanti kita bisa bikin acara masak2 juga..kayaknya seruuuu ya??? Indahnya persaudaraan…

Hayuuuu kita Semangat !!!!!
Kita berlomba-lomba untuk menggapai kehidupan yang lebih baik. Jika tidak dimulai dari sekarang lalu kapan lagi kawan ????
Ingat gak, dulu kita sama-sama masuk di Jurusan Business Management pada tahun 2008, dan harapan terbesar saya adalah kita harus sama-sama keluar maksimal agustus 2012. Jangan sampai ada yang tertinggal diantara kita. Kasihan orang tua kita yang sudah mengeluarkan banyak biaya. Memang setiap orang tua tidak pernah mengeluh apalagi sampai memperlihatkan kesusahannya walaupun mereka sebenarnya dalam keadaan susah dan sulit untuk mendapatkan uang. Tapi pernahkah kita berpikir sejenak bahwa setiap hari orang tua kita bekerja keras membanting tulang sampai berlumurkan keringat yang mengalir di tubuhnya????
Itu semua adalah demi kita. Demi kita anak-anaknya shabat2ku.
Mereka tidak kenal lelah apalagi menyerah karena yang mereka pikirkan adalah bagaimana kemudian anak-anaknya bisa sukses. Karena kesuksesan bagi orang tua adalah bilamana mereka melihat anaknya sukses dan kebahagian bagi mereka adalah jika melihat anak-anaknya bahagia.
Ayoooo kawan-kawan kita sama-sama merenung…
selaama ini apa yang sudah kita persembahkan buat mereka ???
Pernahkah kita membuat mereka bahagia ??
Atau malah sebaliknya ????
Kita hanya bisa membuat mereka kecewa, menangis, dan hatinya selalu tersakiti gara-gara perbuatan kita ??
Renungkanlah, renungkanlah wahai sahabat-sahabatku…..!!!!

Semooga tulisan yang sedikit ini bermanfaat…..
Amiiinnn…..

NB : Bagi yang berminat silahkan hubungi Aktris Monika Favorit Makbul..
Hooooooo///081936789583
SEMANGAT 2011
GO BUSINESS…!!! GO EXCELLENT…!!!

ANTARA AKU DAN KALIAN

Ditulis di: Kosku istanaku. Istanaku adalah syurgaku. Gerlong Girang, Gang Kenanga. Sabtu, 22 Januari 2011: Jam 06.05-06.20 WIB

Assalamualaikum wr…wb..
Bagaimana kbar semuanya?? Kumahaq mudikna?? Aktris kangen sama kalian semua. Baru saja beberapa hari tidak ketemu, sudah kangen banget…Tris bicara serius ini mah…kumahaq nanti kalau kita sudah berpisah ya???
Semester ini adalah semester terakhir kuliah bareng. Juli kita sudah mulai KKN. Di Tempat KKN nanti, akankah saya akan menemukan saudara2 sebaik kalian?? Hiks,,,hiks,,jadi sediiih…
Dulu awalnya kita tidak saling mengenal. Bahkan untuk mengenal dan mengingat nama pun begitu sulit. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, persaudaraan diantara kita semakin terasa. Kita saling mengenal satu sama lain. Bukan hanya sekedar mengenal dan mengingat nama. Tapi lebih dari itu. Kita jadi lebih mengenal kelebihan dan kekurangan diantara kita. Kita semakin dekat dan akrab. Kalian sudah seperti saudaraku sendiri. Kesyukuran yang luar biasa bagi diriku karena telah dipertemukan dengan kalian semua.
Banyak keunikan dan pengalaman-pengalaman baru yang saya temukan setelah bergaul sama kalian.
Ini nich daftar nama terlucu di pendidikan manajemen bisnis_2008_B :
1. Fuji: dengan keunikannya yang suka pakai gaya memutarkan badannya ketika presentasi.
2. Shera/Ijot: Dengan gaya lucunya, apalagi kalau pakai rok asa ada sesuatu yang beda. Jadi keliatan peminim pisaaan.
3. Ibeth: Dengan gaya lucunya yang dia bawa dari Kalimantan membuat sebuah keunikan dalam dirinya. Apalagi ketika presentasi Bahasa Inggris. Pokoknya lucu dech
4. Dani: Ya,,,inilah pak KM kita. Keunikannya dengan tepuk pramuka. Hahaha
5. Meli: lucu juga nich salah satu mahasiswa pendidikan manajemen bisnis FPEB UPI asal Garut. Lucunya ketika presentasi, suka gak bisa menahan ketawanya. Hahaha
6. Rusli: Salah satu pangeran Mahasiswa pendidikan manajemen bisnis_08_B yang suka bikin becandaan permaisuri2 Mahasiswa pendidikan manajemen bisnis_08_B.
7. Bayu: dengan gaya lucunya, mukanya tuch gak pernah berubah dari pertama masuk UPI sampai sekarang…Masih keliatan kayak muka anak kecil..hahaha
8. Ruci: Suka bikin ketawa dadakan…gaya bicaranya yang bikin lucu. Orangnya juga polos...Uci…Uci…hehehe
9. Leni: Jujur, saya tidak bisa membedakan apakah dirimu lagi tersenyum atau marah. Cz keliatannya kayak orang mau tersenyum teruuus…
10. Yunus: lucu,,,lucuuu,,,lucuuu,,,apalagi ketika presentasi bahasa inggris. Kusuka cara mengajarmu..hahaha
11. Bengki: Dengan gaya Padangnya menjadikanmu terunik dan agak lucuuu..hehehe
12. Feri: kadang suka bikin ketawa yang tak terduga..hahaha
13. Aldo: lucu juga dirimu Dooo,,,lucu dadakan…hahaha
14. Ratna: tegolong lucu juga, kusuka gaya bahasa sundamu….
15. Putri: ku suka dengan gaya kayak marah2…Padahal kamu gak marah kan Put…Ku tahu Putri orangnya baek dan lucuuu…hehehe
16. Dini S: kusuka gaya presentasi dan mengajarmu…Kayak orang mau perang buuu,,,luar biasa tangannya bisa menjadi senjata dadakan…Kayaknya Evi mau ditembak tuch…Ato mau tembak Yuke dan Ayu??? Hahaha
17. Yuke: Hal yang paling lucu ketika melihat dirimu pake rok..hahaha,,senasib dan seperjuangan dirimu dengan Ijot…ccckkkk
18. Dika: Klo saya perhatikan, dirimu lucunya ketika presentasi pasti ada sesi nengoknya dan ada ketawanya juga..:-)
19. Fachri: Dengan gaya presentasi promosi bisnisnya…Ada kemajuan..tapi sayangnya anak2 MB gak pernah ditraktir..hahaha
20. Ayu: Hehehe,,,Cirebooon…Gaya bahasamu lucuuu buuuu,,,ccckkkkk
21. Arina: hehehe,,,cepet menangis dirimu buuu,,,meloooo pisaaaannn tapi itu yang membuat dirimu lucu dan unik..hahaha
22. Swastihana: Kamu lucu Tina, tapi kemanakah sekarang dirimu??? Tris rindu akan dirimu…Bergabunglah kembali dengan kami…Dijamin dech kamu akan semakin tambah lucuuu…
23. Dini A: Ciamis, lucuuu, ingat ketika dulu ke Pangandaran. Diriku dengan spontan bilang “Ngapain Dini jauh2 dari Ciamis kuliah ke Bandung. Jauh banget.?” Dini pun menjawab “ Iiiih….daripada kamu juga lebih parah Tris dari Lombok lebih jauh lagi”. Bikin rombongan ketawa…
24. Lirih: aku suka lesung pipitmu..hahaha,,,pandai menyanyi..ntar ajarin lagu naik2 ke puncak gunung yooo…!!! 
25. Chela: dirimu akan lebih lucu kalau lagi marah…ccckkkk
26. Riska: Suka senyuuum simpul,,,,jarang liat dirimu maraaah…senyuuuum teruuuusss…hahaha
27. Desi: dirimu kayaknya mirip dech dengan Ica,,,ku susah nebaknya antara senyum dan marah..hahaha
28. Ilham: Kemana wae dirimu Ham??? Jadi berkurang dech yang lucu di kelas..hehehe
29. Rizki: Nah, ini dia Rizki…suka bikin ketawa dadakan…ccckkkk
30. Bang Alfred: Bang Medan tempur,,,aku suka gaya bahasa medanmu bang…lucuuu,,lucuuu,,,
31. Kaehan: Dengan diammu, menjadikanmu lebih unik dan agak lucuuu…lumayan bisa bikin ketawa..hahaha
Daftar nama terbijak di pendidikan manajemen bisnis_2008_B :
1. Evi: Waduuuh bunda Evi, ku suka gaya bahasa bijakmu….
2. Indah: Dibalik bijaknya, ada lucu juga dirimu Ndah…Hahaha,,tapi dirimu suka ngejailinku dengan bahasa Sunda…
3. Mega: Klo ketemu jarang akur. Tapi itulah salah satu yang membuatku semakin dekat denganmu. Tapi dibalik itu semua, ternyata kadang dirimu bijak buuu….kata2mu membuat saya semakin berpikir….ccckkkk
4. Ika: Ku suka dengan puisi bunga2 cintamu…hahaha,,,penggemar lagu DMC…Cinta wae…hahaha bu’ sekjend
5. Pupa: Dirimu hampir mirip dengan Ndah. Klo sudah ketawa waaaah,,,waaah,,,waaah,,,luar biasa susah berhentinya tapi dirimu kadang cukup bijak juga buuu….
6. Widi: ku suka dengan gaya bahasa kedokteranmu…Klo dalam bahasa sasak Widi tu orangnya paling apik…
7. Sri: Cukup bijak juga bahasa2nya…
8. Saiful: waduuuuh pak kadept PSDM IM2B yang 1 ini paling bijaaak….
9. Ebeu: Hampir mirip bijaknya dengan Evi…satu bangsa dan tanah air kayaknya…hahaha
10. Irna: wah ini dia, si Irna suka ngejailin diriku dengan bahasa sunda…sekawan tuch sama Ndah..cccckkkk tapi kadang ada kata2 bijak yang gak sengaja dia ucapkan…Dari sana Tris baru tau klo dirimu ternyata bijak juga buuu…hahaha

Saturday, 1 January 2011

KE MAKAM BUNDA

Nasyid by : UNIC

Kami mengunjungi pusara bunda
Sunyi pagi disinari surya
Wangi berseri puspa kamboja
Menyambut kami mewakili bunda

Tegak kami di makam sepi
Lalang-lalang tinggi berdiri
Dua nisan terkapar mati
Hanya papan dimakan bumi

Dalam kenangan kami melihat
Mesra kasih bunda menatap
Sedang lena di dalam rahap
Dua tangan kaku berdekap

Bibir bunda bersih lesu
Pernah dulu mengecupi dahiku
Kini ku rasakan kasihnya lagi
Meski jauh dibatasi bumi

Nisan batu kami tegakkan
Tiada lagi lalang memanjang
Ada doa kami pohonkan
Air mawar kami siramkan
Senyum kemboja menghantar kami
Meninggalkan makam sepi sendiri
Damailah bunda dalam pengabdian
Insan kerdil menghadap Tuhan

Begitu bakti kami berikan
Tiada sama bunda melahirkan
Kasih bunda tiada sempadan
Kemuncak murni kemuliaan insan

SURAT UNTUK KAKAKKU TERSAYANG DI PULAU SEBERANG

Kakakku tersayang yang adek cintai karena Allah, lewat lembaran kertas ini kugoreskan tinta hanya ingin mengatakan “maafkan adek atas segala salahku selama ini”Sungguh adek mencintaimu karena Allah dan karena kening kakak yang senantiasa bersujud kepadanya. Maafkan jika adek tidak bisa menjadi adek yang terbaek buat kakak. Bulan Januari kemarin, adek dapat kabar gembira dari bunda, kakak akan dinikahkan dengan seorang akhwat yang tentunya sholehah pada bulan april selepas kakak wisuda. Adek bahagia karena kakak akan menyempurnakan agama dengan cara baik-baik. Namun, ada kesedihan yang bercampur di dalamnya. Ntah mengapa ada rasa kehilangan. Apakah ini adalah kecemburuan seorang adek? Karena setelah kakak menikah, tentu ada yang lebih berhak untuk mendapatkan perhatian kakak. Namun, bagaimanapun itu, kebahagianku lebih mendominasi. Semoga Allah mengabulkan doaku, sehingga suatu saat nanti kakak diberikan seorang akhwat sejati yang akan selalu mendampingi kakak dengan setia dari dunia-akherat.amiiin…ingat, cari calon istri yang cinta suami N keluarga suaminya tanpa kecuali sayang sama ane juga…he,,
Afwan adek telat kirimin pesanannya karena baru sempat. Adek kirimin batik KAMMI, kaos Bandung N makanan khas Bandung untuk temen2 kakak para mujahid-mujahidah UNHAS Makassar. Afwan klo tidak sesuai dengan pesanannya. Adek belikan kaos Bandung karena berdasarkan pendapat beberapa teman adek. Katanya klo hadiah untuk kakak baeknya yang ciri khas Bandung seperti kaos Bandung..gitu ceritanya puang….

CATATAN/CURHATANKU TENTANG "EVALUASI PEMBELAJARAN"

Dalam mata kuliah Evaluasi pembelajaran yang saya rasakan adalah awalnya timbul sebuah pertanyaan dalam hati ini. Kenapa ada mata kuliah yang khusus untuk membahas tentang evaluasi? Lalu, apa sebenarnya tujuannya? Ada sebuah kepenasaran yang mendalam muncul dalam diri ini. Ntah kenapa dan dengan alasan apa pertanyaan itu lahir dalam lubuk hatiku.
Untuk bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, hanya satu solusinya yaitu dengan mengikuti setiap perkuliahan dan menjalankan setiap prosedur yang telah ditetapkan. Waktu demi waktu kulalui untuk mencoba menggali lebih dalam lagi tentang evaluasi pembelajaran. Dimulai dari mengikuti perkuliahan dengan baik sampai dengan mengerjakan setiap amanah/tugas yang terkait dengan mata kuliah evaluasi pembelajaran. Kini akhirnya saya tahu bahwa yang namanya sebuah evaluasi bukan hanya diakhir tapi juga dari awal, tengah dan juga akhir. Dan kusadari juga bahwa ternyata untuk memberikan sebuah nilai itu tidak mudah. Banyak hal yang mesti dilihat dan dipertimbangkan. Memberikan nilai tidak hanya sekedar memberikan secara asal-asalan tapi harus benar-benar dilihat dari berbagai segi dan disertai dengan perhitungannya.
Jujur, ada sebuah rasa bangga dalam diri ini terhadap guru dan juga dosen. Kalau ditanyakan kenapa bangga? Maka dengan tegas saya akan menjawab bahwa saya bangga dengan guru dan dosen karena bagi saya mereka adalah orang-orang biasa yang luar biasa. Kenapa luar biasa? Karena mereka mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki oleh profesi-profesi lainnya. Dibalik ketegasannya, ada kelembutan yang menghiasi hatinya. Tutur katanya, sikapnya adalah tauladan bagi peserta didik. Tidak ada kata menyerah dan bahkan putus asa. Tapi yang ada dalam dirinya adalah kata sabar dan semangat. Karena bagi mereka semangat yang ada dalam dirinya akan melahirkan semangat-semangat yang menggelora dan membumbung tinggi dalam diri peserta didiknya. Contoh, ketika guru/dosen melakukan sebuah evaluasi terhadap peserta didik, maka dengan kesabaranya mereka pun mengikuti setiap proses penilaian. Waktu adalah kehidupan baginya. Terlebih ketika misalnya ada tugas, UTS dan UAS. Hari-harinya diisi dan dimanfaatkan dengan memeriksa hasil ujian peserta didiknya. Karena kembali ke tadi yang saya katakan bahwa penilaian bukan hanya sekedar penilaian. Tapi penilaian yang dilakukannya benar-benar sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan walau ada beberapa guru/dosen yang belum melakukan hal itu.
Ketika kita berbicara tentang evaluasi maka baik secara langsung maupun tidak langsung kita juga berbicara tentang penilaian dan pengukuran. Ternyata untuk menjadi seorang guru/dosen tidak mudah. Saya sangat bangga kepada guru/dosen yang memberikan sebuah penilaian dan pengukuran yang memang benar-benar objektif.
Saya merasakan hal itu ketika pada suatu hari saya diamanahkan untuk memeriksa tugas teman sekelas. Benar-benar sangat menyentuh hati saya karena pada saat saya diamanahkan untuk memeriksa tugas teman-teman kelas adalah muncul sebuah bayangan/khayalan subhanallah guru-guru dan dosen-dosen saya yang hari-harinya adalah mengabdikan dirinya bagaimana kemudian mereka bisa melahirkan generasi-generasi terbaik untuk masa depan.
Dan yang paling terasa manfaatnya selama belajar mata kuliah evaluasi pembelajaran adalah tidak hanya belajar menilai orang lain tapi juga benar-benar membuat diri saya sadar akan pentingnya sebuah evaluasi dalam apapun, baik dalam pendidikan, organisasi dan dalam kehidupan kita pada umumnya.

Saturday, 31 July 2010

CAHAYA CINTA SANG PETUALANG Edisi: Sabtu, 31 juli 2010 @ Di atas Angkutan Umum

Pagi yang cerah. Seperti biasanya, aku membersihkan kos tempat tinggalku. Nasyid UNIC “Cahaya Cinta” menemani di setiap aktivitas pagi. Sebuah lagu favorit bundaku.
“Gemilang cahaya cinta
Gemilang pancaran warnanya
Bagaikan kejora
Membisikkan hati damainya jiwa”
Sebuah nasyid yang menggambarkan Cinta. Kata yang penuh akan makna. Cinta adalah pekerjaan ruh. Sedangkan ruh seperti pasukan yang dikerahkan. Cinta adalah sebuah motivasi untuk menjalankan setiap aktivitas hidup. Cinta dapat menghilangkan kontrol emosi. Cinta tidak dapat didefinisikan. Cinta adalah kejujuran dan kepasrahan yang total. Cinta mengarus lembut, mesra, sangat dalam dan sekaligus intelek. Cinta ibarat mata air abadi yang senantiasa mengalirkan kesegaran bagi jiwa-jiwa dahaga. Islam mengajarkan bahwa seluruh energi cinta manusia seyogyanya digiring mengarah pada Sang pencipta yaitu Allah SWT, sehingga cinta kepada-Nya jauh melebihi cinta pada sesama makhluk. Justru, cinta pada sesama makhluk dicurahkan semata-mata karena mencintai-Nya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Al Baqarah 165,
"Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.”
Maka atas dasar cinta itulah semangat dalam diri ini muncul. Semangat dalam menjalani hari-hari ku. Walau terkadang ada pahit di dalamnya. Tapi itulah hidup. Dimana setiap manusia pasti akan merasakan kepahitan itu. Jadi, manis atau pahitnya sebuah kehidupan, perlu untuk kita syukuri. H2N= Hadapi, Hayati dan Nikmati maka keputusasaan itu akan hilang. Dan kemudian muncullah kebahagiaan. Setiap harinya ada keindahan, ketika kebermaknaan selalu menjadi bagian hidup kita. Maka jika kita berani untuk hidup maka kita berani akan sebuah perputaran. Dimanapun posisi kita, ingatlah bahwa posisi itu bisa berputar. Dan jadilah yang terbaik untuk setiap posisi tersebut. Aku ingin hari-hari ku penuh dengan kebermaknaan. Dapat memaknai setiap kelebihan dan kekurangan yang kumiliki. Aku jalani setiap pagi hari dengan jualan. Menawarkan jualan ke teman-teman di kampus dan terkadang aku menawarkan dari kos satu ke kos yang lainnya. Tanpa rasa malu sedikitpun. karena tidak ada kata malu jika kita ingin menjadi orang sukses. Tapi keberanian untuk memulai, semangat yang tinggi, tekad yang kuat, itulah awal langkah untuk dapat meraih mimpi.
Jum’at, 30 Juli 2010 pagi hari sebelum berangkat ke kampus, aku harus membersihkan kos biar belajar menjadi tenang. Kemudian dilanjutkan dengan mengambil barang dagangan untuk dijual di kampus. Jarak antara kos dengan tempat mengambil jualan dilewati dengan jalan kaki. Menikmati setiap proses kehidupan yang aku jalani. Hingga suatu hari nanti hasil dari proses tersebut dapat kuraih. Setelah mengambil barang jualan, aku langsung bergegas ke perpustakaan kampus. Mencari referensi untuk tugas kuliah yang harus dikumpulkan hari senin. Aku mencari-cari buku yang aku inginkan. Alhamdulilah akhirnya kutemukan. Tapi sayangnya, bukunya tidak boleh untuk dipinjami. Kemudian akupun pergi dengan membawa rasa kecewa dan sedih. Tapi aku berpikir mungkin ada yang lebih baik dari buku itu untuk aku jadikan sebagai referensi tugas kuliahku. Perjalanan aku lanjutkan ke fakultasku karena ada kuliah sampai jam 11.30 WIB. Aku menikmati setiap proses pembelajaran hari ini. Mendengarkan presentasi dari dua kelompok yang tampil. Dan yang paling menarik adalah sebuah kalimat yang disampaikan oleh dosenku. Beliau mengatakan
“ Salah satu ketidakpastian di dunia ini adalah ketidakpastian dan salah satu kepastian adalah sebuah perubahan”
Setiap kali beliau mengajar pasti ada pesan menarik yang beliau sampaikan. Subhanallah, selama kuliah banyak makna hidup yang aku temukan. Di kampus UPI lah aku belajar banyak hal tentang hidup.
Pulang kuliah ada rapat evaluasi IM2B (Ikatan Mahasiswa Manajemen Bisnis) bersama Presiden Komisaris, Presiden Direktur dan semua pengurus IM2B. Rapatnya akan dimulai jam 14.00 WIB. Tapi waktu baru menunjukkan jam 11.30 WIB. Dan itu artinya ada kesempatan untuk makan. Karena penyakit mag ku kambuh. Sakit sekali rasanya. Aku lihat jualanku, alhamdulilah sudah habis dibeli. Aku pun kemudian pergi mencari warung makan bersama teman. Kami temukan sebuah Warteg, namanya “Warteg 31”. Kami kemudian masuk dan mengambil makanan. Kami memilih tempat makan di lantai dua. Makan sambil diskusi. Mantapss…makannya terasa nikmat…mengapliksikan pesan dari temanku “Biasakan G 30 M, Gerakan 30 Menit Membaca, Menulis, dan berdiskusi”. Setiap kami diskusi pasti selalu ada kata-kata bijak. Belajar untuk menjadi orang dewasa, baik dalam berpikir, bergaul, berbicara dan berbuat. Menit demi menit, tidak terasa makan telah selesai. Tapi diskusi masih tetap berlanjut. Tidak lama kemudian kami beranjak dari tempat makan. Perjalanan selanjutnya adalah menuju ke toko buku. Mencari majalah seputar bisnis. Tapi pencarian tidak berhasil. Majalah bisnis tidak kami temukan. Akhirnya, kami pulang ke kos ku untuk sholat dzuhur dan mengambil laptop. Tidak lama kemudian, selesai sholat kami ke kampus untuk menghadiri rapat evaluasi IM2B. Alhamdulilah rapat kali ini, banyak yang hadir. Semuanya pada curhat akan masa-masa di IM2B. Diskusi akan perasaan selama di IM2B. Hingga tidak terasa waktu menunjukkan jam 16.00 WIB. Rapat pun kemudian ditutup. Aku dan seorang teman melanjutkan perjalanan ke sebuah perpustakaan di luar kampus. Kami mencari buku referensi. Luar biasa perpustakaan yang begitu luas dan bukunya lengkap. Sayangnya, pengunjugnya sedikit. Dari buku yang terjadul sampai yang terbaru semuanya ada. Tapi dalam pencarian buku tersebut ada sesuatu yang aku rasakan. Ada sesuatu yang aneh. Aku tidak percaya. Karena mungkin itu adalah sebuah perasaan ku saja. Tapi dari lantai dua sampai lantai empat perasaan aneh itu masih ada.
” Ada apakah ini?” tanyaku dalam hati.
Aku tidak ingin cerita ke temanku. Karena khawatir jika aku cerita dia takut dan tidak jadi untuk cari buku. Akhirnya, apa yang aku rasakan kemudian aku pendam sendiri. Aku terus mencari buku yang kuinginkan walau perasaan aneh itu tidak bisa hilang. Tidak lama kemudian buku referensi yang kami cari sudah kami temukan. Langkah selanjutnya adalah mencari topik yang sesuai dengan bab tugas kelompok kami. Beberapa menit kemudian, ada suara bel yang berbunyi. Kami kaget dan langsung berdiri dari tempat duduk. Kami cari pintu keluar dengan membawa buku yang begitu banyak dan tebal. Belum lagi laptop yang begitu berat. Benar-benar perjuangan yang luar biasa. Melatih akan makna sebuah kesabaran. Kami mencari tempat foto copy tapi katanya sudah tutup. Hari sudah malam, semua lampu di perpustakaan dimatikan petugas. Kami pun bergegas untuk pulang. Perasaan aneh itu terus menghantuiku. Dan alhamdulilah tidak lama kemudian sampailah kami di lantai dasar dengan membawa begitu banyak buku tebal. Kami ingin meminjam sebentar untuk di foto copy. Tapi petugas tidak mengizinkan. Kami disuruh datang lagi di hari yang lain. Dengan penuh kesabaran, kami pulang dengan membawa tangan kosong. Tidak ada satu pun buku yang kami dapatkan.
Para petualang (Aktris dan Evi) melanjutkan perjalanan menuju ke toko buku . Mencari lagi buku yang belum kami temukan. Tapi alhasil, kami masih gagal. Majalah dan buku yang kami cari tidak kami temukan. Adzan maghrib dikumandangkan. Ahirnya kami pun mencari sebuah masjid untuk sholat maghrib. Melepaskan rasa lelah selama perjalanan. Berhenti sejenak untuk muhasabah diri. Mungkin ada yang salah dalam diri ini. Tidak lama kemudian setelah sholat kami melanjutkan perjalanan untuk mencari makan karena lapar. Tapi makanan yang kami cari tidak ditemukan juga. Mobil angkutan kota sudah menunggu, kami pun membatalkan untuk makan. Naik sebuah angkutan umum, penumpangnya hanya kami berdua. Perjalanan demi perjalanan yang kami lewati, terdengar suara adzan isya dikumandangkan. Kami meneruskan perjalanan. Menikmati setiap perjalanan dengan terus diskusi. Walau mata sudah ngantuk, badan terasa sakit, kaki pegal-pegal.
“Tris, kita harus sabar ya!” kata temanku Evi
Kemudian akupun menjawab “Ya Vi, insya allah besok pulang dari rumah Evi, Tris mau ke perpustakaan lagi”
“Ya Tris, kita harus semangat. Bisa,,,bisa,,,gila”
“Ya Vi benar bisa,,,bisa,,,gila,,,he,,kita nikmati saja lah prosesnya. Kan yang terpenting bukanlah hasilnya tapi bagaimana proses dalam mencapai hasil tersebut. Betul toh?”
“Ya Tris, benar, benar. Pokoknya tuganya harus cepat jadi.”
“Ya Vi biar kalau ada acara kan bisa tenang. Rumahnya masih jauh kah Vi?”
“Lumayan jauh Tris”
“Nanti kita begadang yok!”
“Hocce…siip Tris. Tapi nyampe rumah aku, kita makan kemudian sholat langsung gosok gigi terus tidur sebentar. Kan badan perlu istirahat. Baru kemudian kita lanjutkan jam 12 malam. Gimana?”
“Hocce dech, siiip,,siiip,,,semangat…kita pasti bisa”
“Bisa,,,bisa,,,gila,,”
Masih banyak lagi perbincangan antara kami berdua. Perjalanan yang begitu jauh. Waktu sudah menunjukkan jam 20.17 kami masih dalam perjalanan. Kami terus menikmati perjalanan dengan diskusi dengan kata-kata bijak masing-masing. Mengobati rasa kekecewaan yang mendalam. Tidak terasa telah sampai tujuan. Rumah Evi jauh dari jalan raya. Kami pun terus melanjutkan perjalanan. Aku lihat penjual martabak. Kami pun membeli. Rasa lapar dan kekecewaan terobati dengan martabak. Sebuah makanan favoritku. Makanan yang selalu dibelikan bapak untukku ketika di rumah. Rasanya tidak beda jauh dengan martabak yang di Lombok. Lezaaat….mantaps pisan euy……..Beberapa menit kemudian, sampailah di rumah Evi. Jalannya berliku-liku. Penuh tantangan. Kami disambut oleh ibunya. Kemudian disuruh masuk. Aku istirahat sejenak di kursi. Rasa lelah lumayan berkurang, kemudian kami makan. Sebelum tidur, kami diskusi dan cerita akan perjalanan kami. Ada kisah menarik disela diskusi kami. Evi tiba-tiba bertanya padaku
“Tris tadi merasakan ada sesuatu gak waktu di perpustakaan?”
“Emang kenapa gitu, Vi?”
“Tadi aku merasakan ada sesuatu yang aneh. Padahal jujur sebelumnya aku tidak kepikiran sampai disana. Karena memang tujuan kita kan untuk mencari buku. Aku merasakan di setiap lorong-lorong rak buku, rasanya ada orang yang lewat, lari, dan rasanya aku seperti diikuti. Pokoknya ada sesuatu yang aneh, yang aku rasakan. Atau mungkin cuman perasaan aku saja ya?”
“Bener Evi merasakan hal itu? Soalnya Tris juga merasakan hal yang sama dengan Evi. Ketika masuk perpustakaan tersebut, memang Tris sudah merasakan sesuatu yang aneh. Tapi Tris tidak berani bilang ke Evi. Khawatir kita tidak jadi cari bukunya. Akhirnya perasaan itu Tris pendam sendiri. Karena tadinya Tris berpikir kalau itu hanya perasaan Tris saja. Tris baru tau kalau Evi juga merasakan hal yang sama.”
“Iiih,,,serem Tris..takuut…besok jadi gak kesana lagi?”
“Jadi tapi tidak mau ke ruang bukunya. Hanya mau foto copy saja kemudian langsung pulang.”
“Ya sudah kita tidur, bangun lagi jam 12 malam. Kita lupakan kejadian itu. Takuuut..”
“Key siiip”
Kami kemudian melanjutkan tidur. Tidak terasa jam demi jam telah terlewati dengan tidur yang begitu nyenyak. Kami ketiduran. Kami bangun jam 03.15 WIB. Kami melanjutkan dengan mengerjakan tugas. Laptop dan buku adalah teman setia kami. Dari jam 03.15 sampai jam 14.00 kami di depan laptop. Tidak ada istirahat, selain sholat, makan, dan mandi. Mengerjar target yang telah kami tentukan. Harus dan pasti bisa. Sekitar jam 15.00 WIB aku pulang. Sebelum pulang kami foto-foto dulu sebagai kenangan pada hari ini. Sebagai bukti sejarah kalau aku pernah ke rumahnya. Kami selalu belajar dan diskusi bareng. Harapannya juga nanti lulus bareng, S2 bareng dan jadi dosen pun juga bareng. Amiiin ya Rabb…Aku meneruskan perjalanan pulang. Menunggu angkutan umum sambil mengabadikan foto yang menarik untuk aku jadikan cerita dan sebuah tulisan. Berpetualang sambil menulis. Menulis di atas angkutan umum. Ternyata nikmat juga. Banyak inspirasi-inspirasi baru yang muncul. Subhanallah, alhamdulilah ya Rabb…
Di sela aku menulis, tiba-tiba Handphone jadulku berdering. Ada sebuah sms yang masuk. Sebuah sms dari seorang temanku. Melalui sebuah sms kami diskusi. Subhanallah, secara tidak langsung aku dapat belajar akan arti sebuah kesederhanaan, kesehatan, dan menjaga diri dari krikil-krikil yang usil. Perjalanan demi perjalanan dan tidak lama kemudian aku turun dari angkutan umum. Badan masih terasa sakit, mataku ingin istirahat, kaki sakit. Aku ingin naik ojek tapi ingat akan pesan temanku
“Hati-hati nanti ada krikil-krikil yang usil”
Aku tidak jadi naik ojek. Akhirnya aku jalan kaki. Lumayan jauh, bawa laptop dan map merah berisikan buku-buku. Tapi aku terus melanjutkan perjalanan. Hingga sampailah di kos ku. Kemudian aku langsung sholat asar jam 17.00 WIB. Selesai sholat, aku langsung ke kampus lagi. Dan pulang Bada Magrib. Penyakit mag ku kambuh lagi. Tapi tidak ada selera untuk makan. Hanya sepotong roti yang bisa aku makan. Alhamdulilah tidak lama kemudian rasa sakit mag ku hilang. Ada sebuah sms tausiyah dari abangku yang membuat aku semakin termotivasi dan tidak boleh menyerah. Sebuah kebiasaan abangku dari dulu yang tidak henti-hentinya memberikan aku motivasi. Perhatian dan kasih sayangnya membuat aku untuk terus bangkit. Kata abangku.
“Perjuangan tidak mengenal batas. Apa saja yang kita berikan untuk kebaikan adalah berjuang. Perjuangan adalah nafas dan naluri kehidupan setiap hari. Kita memang harus berjuang karena disanalah habitat kemanusiaan dan kemusliman kita.”
Jazakallah bang atas motivasinya. Sang petualang menemukan cahaya cinta-Nya. Cahaya cinta dari orang-orang yang selalu memberikannya inspirasi, motivasi dan perhatian padanya….

Sunday, 25 July 2010

Ada Hikmah dibalik Kesepianku

Kamar yang begitu luas. Harga terjangkau. Dilengkapi dengan kamar mandi didalamnya. Itulah kos baruku. Tapi di kos baru, penuh dengan kesepian. Tidak ada tempat berbagi dikala aku sedih. Tidak ada tempat curhat dikala aku merasa lelah. Baru pertama kali aku kos di sebuah kosan biasa. Karena biasanya aku selalu mengontrak sebuah rumah untuk 5-6 orang. Dan di dalamnya ukhuwahnya begitu terasa. Jika sakit ada yang mengobati. Jika sedih ada yang menghibur. Jika merasa lelah ada yang menyemangati. Tapi sekarang semuanya tidak aku rasakan. Ketika pulang beraktivitas, tidak ada lagi sebuah senyuman yang menyambut kepulanganku. Tidak ada lagi diskusi yang menjadikan aku untuk lebih terinspirasi. Yang ada hanyalah kesepian. Ya…kesepian, itulah yang aku rasakan.
Cerita singkat tentang kos lamaku. Kos pertama “Pondok Aisyah”. Sebuah kos yang luar biasa bagiku. Ukhuwah, kerja sama, saling menghargai, dan lain-lain semuanya ada di dalamnya. Kami dari jurusan yang berbeda-beda. Hanya berdua angkatan 2008. Selainnya adalah angkatan 2004-2006. Setiap hari makan bareng. Kadang satu piring berdua dan bahkan berempat. Ukhuwah yang luar biasa. Terasa begitu nikmat. Sejuta cerita tersimpan di dalamnya. Tapi tingkat dua aku harus pindah kos. Dengan alasan, aku tidak bisa satu kamar berdua. Karena aku biasa menempel rumus-rumus, pohon targetku, jadwal sehari-hari yang dibuatkan bapakku dan juga kata-kata motivasi serta membaca dengan suara besar dalam kamar. Aku takut dengan itu teman sekamarku jadi terganggu. Aku takut dia tidak suka. Karena kebiasaanku yang seperti itu. Tapi itulah strategi aku dalam belajar. Sebuah kebiasaan dari kecil sampai sekarang yang tidak bisa aku tinggalkan.
Juli 2009, aku pindah ke kos baruku. Kos yang begitu murah tapi dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Sama dengan kos sebelumnya “Pondok Aisyah”, hanya berdua dari angkatan 2008. Kami adalah termuda dalam kos tersebut. Satu fakultas tapi berbeda jurusan. Selainnya adalah ibu rumah tangga yang berasal dari luar kota. Di kos tersebut, kami hanya berlima. Kebiasaan sehari-hari ku yang pergi pagi pulang malam menjadi perhatian dari teman-teman kosku. Mereka selalu menanyakan kemana aku pergi. Alhamdulilah masih ada yang perhatian padaku. Kemudian aku pun cerita untuk berbagi pengalaman. Cerita akan amanah ku di luar. Mereka pun mengerti akan keadaanku. Mereka mengerti akan sebuah amanah yang harus aku tunaikan dan laksanakan dengan baik. Ketika aku merasa lelah, kepada mereka lah tempat aku berbagi cerita. Mereka selalu memberikan aku motivasi. Ketika aku pulang, aku disambut dengan sebuah senyuman indah mereka. Sebuah senyuman yang dapat meringankan rasa lelahku. Temanku yang sudah berumah tangga juga berbagi cerita seputar menjadi ibu rumah tangga. Menarik juga ceritanya. Sebagai bekal untuk nanti.he,,,
Tidak lama kemudian teman kosku yang sudah berumah tangga diwisuda. Kemudian mereka langsung pulang kampung. Aku pun hanya tinggal berdua. Kami tentunya merasa kesepian setelah kepergian mereka. Hari demi hari kami menikmatinya dengan kesepian. Tapi tidak mengubah kebiasaan kami untuk diskusi dan berbagi cerita suka – duka. Cerita akan keadaan himpunan masing-masing. Cerita tentang kuliah, keluarga dan permasalahan – permasalahan lainnya. Malamnya masak bareng. Memasak makanan yang berbeda-beda. Makanan khas Lombok dan Sunda. Makan pun hanya berdua. Makan sambil diskusi dan juga nonton TV. Mantaps nikmat…..apalagi ketika cerita tentang masa lalu. Masa-masa SMA yang penuh dengan kenangan terindah. Hmmm,,,membuat ku makin tambah kangen sama guru dan juga teman-teman SMA ku. Cerita tentang keadaan rohis di sekolah masing-masing. Pokoknya penuh dengan cerita. Kayaknya, kami cocok menjadi seorang pendongeng..he,,,
Beberapa waktu kemudian kami harus pindah kos. Karena kos tempat tinggal kami akan direnovasi. Kami pun berencana untuk satu kos lagi. Mencari sebuah rumah. Tapi setiap rumah yang akan dikontrakkan rata-rata harganya selangit. Kami rasanya tidak mampu untuk membayarnya. Kasihan juga dengan orang tua. Akhirnya dengan berat hati, kami kos di kosan biasa. Bukan sebuah rumah kontrakan. Kami pun akhirnya berpisah. Aku tinggal sendiri. Dia pun sama hanya seorang diri. Di kos baruku sekarang aku benar-benar merasa kesepian. Aku ingin berbagi cerita. Tentang sebuah cerita pahit dan manisku. Tapi kami jarang bertemu walaupun masih dalam satu fakultas. Sungguh, diri ini sangat membutuhkan kehadiran seorang teman–sahabat. Dan alhamdulilah disela kesepianku, aku mendapatkan sebuah inspirasi dan motivasi yang datang dari bapak, guru, ustadzah, dosen, adik mentor dan seorang temanku. Menulis, menulis, dan menulis. Akhirnya sekarang , laptopku adalah teman setiaku. Setiap kejadian yang aku alami, langsung aku tuangkan dalam sebuah catatan kecil. Kemanapun aku pergi, aku selalu bawa sebuah buku agenda. Aku catat setiap peristiwa yang aku temukan. Dan bahkan setiap peristiwa yang menarik bagiku, aku langsung abadikan dengan menggunakan Handphone jadulku. Di tengah kesepianku ada semangat yang menggelora untuk terus menulis. Ingat kata salah seorang temanku “ Biasakan G 30 M, Gerakan 30 menit membaca, menulis, dan berdiskusi”. Aku juga mendapat sebuah motivasi dari adik-adik mentorku.
“Teteh bakat dalam menulis. Lanjutkan teh ! Kami mendukung teteh”
Adik-adik mentorku lucu. Dan dibalik kelucuannya, ada semangat yang membara. Mereka orangnya cerdas. Mereka juga selalu memberiku semangat untuk terus menulis. Mereka sangat mendukungku.
“ Adik-adikku yang sholehah, terima kasih atas dukungan dan motivasinya. Teteh sayang kalian”.
Memang, menjadi seorang penulis adalah salah satu impian masa kecilku. Mengikuti jejak bapakku yang suka menulis. Ingin mewujudkan semua impian itu. Seringkali guru SMA ku mengirim sebuah pesan baik via Email, SMS maupun via telephon. Mereka menanyakan akan tulisanku. Mereka menginginkan aku untuk menjadi tenaga pendidik dan seorang penulis. Lulus dan jauh dari mereka bukan berarti harus saling melupakan. Tapi justru dengan demikian rasa rindu semakin mendalam. Jauh di mata dekat di hati. Walaupun aku sudah lulus, mereka masih perhatian padaku. Mereka selalu memberikan aku motivasi untuk terus maju dan tidak menyerah.
Pada suatu hari, aku bertanya pada salah seorang dosenku. Beliau seorang penulis. Menulis adalah sebuah hobi baginya.
“Pak, saya punya impian untuk menjadi seorang penulis. Bagaimana tips-tips Nya?” dosenku menjawab
“Menulis Tris”
“Maksudnya pak?”
“Ya…menulis”
Aku baru mengerti akan jawaban dari dosenku. Bahwa ketika kita ingin menjadi seorang penulis maka salah satu kuncinya adalah menulis. Ketika aku bertanya pada bapakku, jawabannya juga sama “menulis”. Di buku tamu blog ku juga ada sebuah kata menulis. Kata itu adalah kiriman dari seorang temanku. Setiap orang yang aku tanya, jawabannya sama yaitu “menulis”. Aku juga mendapatkan sebuah inspirasi dan motivasi dari salah seorang dosenku yang lain. Aku masih teringat akan sebuah pesannya padaku.
“ Tanamkan keyakinan itu di alam bawah sadar mu Nak. Istiqomah dengan keyakinanmu. Tunggulah…waktu akan datang menjawabnya. Anak cantikku, jadikan tiap harimu sekolah kehidupan. Selalu berusaha temukan hikmah di setiap kejadian. Dengan begitu hatimu akan senantiasa bersyukur atas nikmatnya”
Kos baru, dibalik kesepian yang aku rasakan tersimpan hikmah yang dapat mewujudkan impianku yang sudah lama terpendam. Menulis, ya itulah salah satu hikmahnya. Seharusnya aku mensyukuri atas semua apa yang terjadi dalam diri ini. Karena setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Salah, ketika aku mengatakan bahwa aku sendiri menyepi. Tidak ada tempat curhat dan yang lainnya. Itu adalah sebuah ungkapan yang salah. Kenapa? Karena baik menurut kita bisa jadi itu merupakan hal yang terburuk. Dan buruk menurut kita bisa jadi itu merupakan hal yang terbaik. Seperti halnya yang aku alami sekarang, kesepian adalah suatu hal yang tidak baik menurutku. Padahal kalau saya pikirkan, banyak hikmah dibalik kesepian itu. Setiap malam bisa muhasabah diri dan lahir ide-ide baru untuk menulis. H2N=Hadapi, Hayati, dan Nikmati.
Mengutif kalimat motivasi dalam sebuah buku karya D. S Prasetyono yang judulnya “Hidup Plus! Prinsip Plus!”
“Orang-orang yang lemah menunggu datangnya kesempatan, orang yang kuat membuat kesempatan itu. Orang-orang yang terbaik bukanlah mereka yang menantikan datangnya kesempatan, akan tetapi ,mereka yang mengambilnya, yang mengepung, merebut, dan menguasai kesempatan tersebut.”
“Di dalam keyakinan tidak ada ketakutan. Keyakinan yang sempurna melenyapkan semua ketakutan”
Mengutif kalimat motivasi juga dari buku karya Maukuf, judulnya “Menjadi Generasi Tangguh”.
“Prinsip pemuda yang tangguh adalah Keep Fight We Never Ever Give Up: Terus berjuang, tidak pernah menyerah walaupun hampir kalah”
“Teruslah bergerak hingga kelelahan itu lelah mengikutimu. Teruslah berlari hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. Teruslah berjalan hingga keletihan itu letih bersamamu. Teruslah bertahan hingga kefuturan itu futur menyertaimu. Tetaplah berjaga hingga kelesuan itu lesu menemanimu”.